YANG TERLUPAKAN DI F8


Kota makassar adalah ibu kota provinsi sulawesi selatan. Makassar merupakan kota terbesar di kawasan Indonesia Timur. Kota Makassar merupakan salah satu kota metropolitan yang ada di Indonesia. Dengan luas wilayah seluas 199,26 km2 dan lebih dari 1,6 juta jiwa.

Kota Makassar termasuk salah satu kota yang didalamnya memiliki banyak suku seperti Bugis, Mandar, Buton, Toraja, Jawa dan Tionghoa. Selain terkenal sebagai multi etniknya, kota Makassar juga terkenal dengan beberapa makanan khasnya, yang sering dijumpai bagi siapa saja yang telah berkunjung ke kota Makassar. Makanan khas yang sering dijumpai yaitu Coto Makassar, pisang epe’, pisang ijo, jalangkote, sop saudara dan sop konro.

Sang Walikota

Ir. H. Mohammad Ramdhan Pomanto atau yang lebih dikenal sebagai Danny Pomanto, merupakan walikota Makassar pada 08 Mei 2014-sekarang.

Danny Pomanto, walikota makassar yang menjuluki dirinya sebagai “anak lorongnya Makassar” mempunyai visi pemeritahan untuk kota Makassar, yaitu “mewujudkan Kota Dunia untuk semua, tat lorong bangun kota dunia.

Selain itu, ada hal yang unik dari kegiatan program kerja walikota ini, seperti pemberian nama atas program-program kerjanya dengan menggunakan bahasa daerah seperti:

  1. Dottorotta (pelayanan kesehatan)
  2. Longgar/lorong garden (pembenahan lorong)
  3. Tangkasaki (penangan sampah)
  4. Aparong (Aparteman Lorong)
  5. Kaki5 ta, dll

Selain itu, selain penggunaan bahasa daerah yang menjadi nama atas program kerjanya, Danny Pomanto juga telah melakukan beberapa event  besar yang terkenal sampai ke mancanegara, dan agenda-agenda yang baru saja di gelar di kota makassar yaitu Makassar International Eight Fetival  atau lebih dikenal sebagai F8 .

F8, Festival Spektakuler.

Makassar, kota terbesar di kawasan Timur indonesia, telah beberapa kali menghadirkan event-event besar, dan salah satu event tersebut yang mungkin masih terbenak dalam diri masing-masing adalah Makassar internasional Eight Festival and Forum (F8)..

Pada kegiatan festival ini,  berbagai kegiatan acara   dihadirkan, seperti festival film, Fashion, Food, Flowers, Fine Art, Folks, Fusion Jazz, hingga Fixion Writer.

Agenda tahunan ini, sudah dua kali digelar, dan menjadi sebuah agenda yang begitu spektakuler yang ada di makassar, Sulawesi Selatan,  pada kegiatan festival ini, banyak kegiatan-kegiatan kebudayaan dan berbagai kegiatan yang menarik yang dihadirkan, dikegiatan ini pula, dihadirkan sejumlah artis indonesia, band, desainer dan budayawan.

Walikota Makassar, Danny Pomanto, pencetus kegiatan ini, mengatakan bahwa “Makassar Internasional Eight Festival and Forum (F8) jauh lebih meriah dan spektakuler dibandingkan dengan kegiatan internasional lainnya yang pernah digelarnya seperti ASEAN Mayors Forum (AMF).
“F8 ini akan lebih meriah dan spektakuler dibandingkan dengan AMF yang pernah kita gelar apalagi pesertanya dari mancangera itu tidak kurang dari 20 negara,” ujarnya di Makassar (dikutip dari Antara Sulsel).

F8 2017 sendiri, dihadiri 100 kota terkemuka di dunia. Salah satu sajian tak kalah menariknya yaitu tamu negara diwajibkan mengenakan pakaian adat khas negara masing-masing pada iternational day. Selain itu juga, dalam momen makassar Day, tamu negara itu wajib mengenakan pakaian adat sulawesi selatan. Kegiatan  F8 ini telah diakui oleh menteri Pariswisata RI. Arief Yahya dan 75 negara di dunia.

Yang terlupakan.

Pantai losari, yang menjadi icon kota makassar menjadi tempat kegiatan Makassar internasional Eight Festival and Forum (F8). Dalam kegiatan pelaksanaan tersebut, pantai Losari di tata dan dibenahi dengan begitu indah dan rapih, pembangunan panggung-panggung, dan berbagai tenda-tenda untuk menjajakan makanan pada saat   kegiatan F8 ini.

Dalam kegiatan ini, berbagai kegiatan kebudayaan ditampilkan, tetapi fokus kegiatannya hanya di pantai Losari,  akan lebih baik dan menarik, ketika kegiatan-kegiatan yang menyangkut kebdayaan yang menjadi rangkaian kegiatan festival ini, dapat di laksanakan di gedung kebudayaan Sulawesi Selatan yang saat ini sudah sedikit terabaikan.

Selain itu pula, bangunan-bangunan  atau kantor-kantor bersejarah  seperti Monumen Mandala, Gedung Mulo, dan yang lainnya, dapat juga dimanfaatkan dalam rangkaian tempat pelaksanaan kegiatan F8 ini, karena melalui kegiatan F8 yang begitu spekatakuler ini, pelaksaan di Gedung-gedung kebudayaan dan bersejarah yang ada di kota makassar dapat diperkenalkan ke pihak lokal maupun internasional, karena momen kegiatan F8 ini yang begitu pas.

 

Penulis, Haeruddin. Tulisan ini merupakan karya esai yang dilombakan pada kegiatan Makassar Literasi Award