RT/RW Cerdas Pilih Pemimpin yang Beri Bukti, Bukan Janji!


Danny Pomanto Kukuhkan 5.970 RT/RW se-Kota Makassar 2017 lalu

Oleh : Pallawarukka*

MAKASSARBICARA.COM-Saat ini jabatan RT/RW di Kota Makassar tidak hanya sekadar profesi belaka. RT/RW menjadi perbincangan hangat tidak hanya di Kota Makassar tapi tingkat nasional. Mengapa demikian? Tentu jawabannya; hanya di Kota Makassar disaat ingin menduduki jabatan RT/RW harus melalui pemilihan secara demokrasi.

Disamping itu, pada era Pemerintahan Mohammad Ramdhan Danny Pomanto sebelumnya. RT/RW di Kota Makassar mendapatkan insentif dengan besaran Rp500 ribu hingga Rp1 juta lebih berdasarkan dengan kinerja mereka untuk memajukan wilayah masing-masing.

Apa yang dilakukan Danny Pomanto terhadap RT/RW di Kota Makassar bukanlah fiktif belaka. Jika ada yang mengatakan kemajuan Kota Makasssar terletak dimana. Jawabannya kemajuan Kota Makassar tidak berupa monumental melainkan pembangunan karakter berupa kesadaran masyarakat akan pentingnya menata masyarakat dari lorong.

Kesadaran ini telah terbukti nyata, yakni bagaimana RT/RT mengayomi masyarakat Kota Makasssar untuk lebih peduli terhadap lingkungannya. Juga pentingnya membangun kebersamaan untuk menjalin kekeluargaan antar warga sehingga saat ini lorong tidak lagi menjadi pusat anak panah saling beradu mencari lawan.

Kembalinya Anak Lorong’na Makassar mencalonkan diri sebagai Wali Kota Makassar, yang berpasangan dengan Fatmawati Rusdi memasukkan RT/RW dalam program strategisnya. Yakni “Menuju Insentif Kinerja RT/RW Rp2 juta, dan Perkuatan Fungsi RT/RW dan Penasehat Walikota serta Para Local Influencer”

Insentif yang diwacanakan tersebut sebagai buah pikiran Danny bukanlah omong kosong atau hal yang tidak mungkin. Sudah bisa menjadi realita. Hal ini berkaca pada pemerintahan sebelumnya. Gaji RT/RW yang dulunya hanya Rp200 ribu. Ditangan dingin Danny Pomanto, insentif RT/RW dilipatgandakan.

Peningkatan gaji RT/RW pada masa Pemerintahan Danny Pomanto bisa ditingkatkan seiring dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Makassar. Peningkatan tersebut dari Rp500 miliar menjadi Rp 1 triliun lebih. Bahkan Danny berjanji kembali meningkatkan PAD Rp2 triliun jika dirinya diberikan kembali amanah oleh Masyarakat Kota Makassar pada Pilkada 2020 ini.

Nah, ketika ada kandidat misalnya yang ingin melakukan hal yang sama, berarti keberhasilan Program Danny Pomanto ini secara tidak langsung diakui. Olehnya itu masyarakat Makassar tidak sia-sia untuk kembali bersama-sama bersatu memberikan hak suaranya pada 9 Desember mendatang untuk Danny-Fatma.

Mengapa? Karena Danny Pomanto bersama Fatmawati Rusdi kembali mencalonkan diri bukan mengumbar janji tapi telah memberi bukti. Bukti keberhasilan yang dijabarkan ini, hanya segelintir dari puluhan hingga ratusan Program Danny Pomanto yang sebelumnya telah diakui oleh Pemerintah Pusat bahkan dunia melalui penghargaan yang diberikan.

Jadi takaran kekuatan dukungan RT/RW tidak perlu diarahkan ke salah satu kandidat. RT/RW sudah cerdas memilih pemimpin untuk Kota Makassar. Pemimpin tersebut tidak lain dan tidak bukan Danny-Fatma.

*Penulis adalah mahasiswa salah satu kampus di Kota Makassar