Menangkan Wali Kota Idamanta!


 

Oleh : Ahmad Sangkala*

MakassarBicara.comPenetapan KPU Makassar tentang calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar tanggal 23 September 2020 menandakan awal terbukanya gelanggang politik. Pertarungan pun menjadi sempurna setelah ditetapkannya pengundian nomor urut sehari setelahnya (24/9/2020) dengan urutan Danny – Fatma nomor urut 1, APPI – Rahman nomor urut 2, Syamsu Rizal – Fadli Ananda nomor urut 3 dan Irman Yasin Limpo – Zunnun NH nomor urut 4.  Pertarungan ini tentu menarik, dengan keterbatasan akibat covid-19 dan waktu sekitar  75 hari menuju 9 Desember 2020.

Menjadi kandidat dalam Pilwalkot 2020 ini bukanlah hal mudah. Bahkan trauma “begal partai” di 2018 lalu masih sangat terasa. Ada semacam gerakan yang memang tak ingin Danny Pomanto masuk gelanggang.  Mulai dari utak-atik pasangan, beredarnya video pembicaraan tertutup dengan elit golkar, blokade partai politik yang akan mengusungnya. Semua itu ternyata bisa dilewati dengan telah ditetapkannya keputusan KPU Kota Makassar nomor 1413/PL.02.3-Pu/7371/KPU-kot/IX/2020 tentang daftar pasangan calon peserta pemilihan walikota dan wakil Wali Kota Makassar tahun 2020.

Bagi kandidat lain, mungkin ini awal dari pertarungan sengit menuju kursi wali kota Makassar. namun bagi Danny Pomanto, ini adalah kemenangan pertama dalam kontestasi 2020 ini. walaupun isu berpindahnya partai Gerindra begitu  kencang, namun partai ini menunjukkan konsistensinya bersama pasangan Danny – Fatma ini.

Penegasan soal kemenangan pertama juga seperti ciutan Maqbul Halim, kerabat Danny Pomanto  tanggal 26 September 2020.

“Danny Pomanto ditetapkan sebagai calon walikota Makassar 2020 oleh KPU Makassar. ini kekalahan ke2 kalian dari Danny Pomanto. kekelahan pertama kalian adalah gagal begal partai Gerindra. Nikmatilah kekalahan kalian”

Bahkan bagi Maqbul, penetapan kandidat oleh KPU ini adalah kekalahan kedua bagi para lawan politik Danny Pomanto yang ingin menggagalkannya. Namun ini menjadi tantangan tersendiri untuk  kurang lebih 70 hari kedepan menuju 9 Desember 2020 mendatang.

Danny pomanto memang sepertinya menyiapkan strategi demikian. Hal ini jelas dari desain taglinenya. Dimana sebelumnya menggunakan istilah TUNGGUMA.  Dari berbagai kesempatan dirinya menegaskan makna tagline ini yakni “TUNGGUMA” yang bermakna ada cinta yang dinanti-nanti masyarakat. Setelah menentukan pasangan dan mendapatkan usungan partai politik yakni Nasdem dan Gerindra. Barulah selanjutnya memperkenalkan tagline ADAMA. Arti tagline ini adalah akronim nama Danny Pomanto-Fatmawati, yang dalam bahasa Makassar berarti “saya sudah ada”. Dengan desain ini, kita bisa membaca bahwa Danny Pomanto dan jejaringnya telah menyiapkan strategi khusus dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.

Lantas kita harus bagaimana?

Dengan keputusan KPU Makassar ini, maka masyarakat disajikan 4 pilihan kandidat yakni  DP– Fatma, Appi – Rahman, Deng Ical – Fadli Ananda dan Irman YL- Zunnun. Dengan sajian pasangan ini tentu masyarakat bisa memilih pemimpin idaman kita.  Yang idaman itu tentu yang memiliki segudang prestasi dan telah memberi bukti.

Satu lagi, dalam hal memenangkan pemimpin idaman kita adalah keharusan. Sebab Ali bin Abi Thali Perpesan “Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik”.

Kalau IDAMANTA (inimi Danny – Fatma Pilihanta) terus berusaha dzalimi, maka tugas kita tentu semakin massif memenangkannya. Mari SATUkan pilihan untuk kemenangan warga kota.