Menakar kekuatan Parpol Pendukung DP-Fatma


 

Oleh : Ahmad Sangkala*

MakassarBicara.com-Parpol adalah pilar demokrasi. Sehingga dalam setiap momentum pilkada, parpol bukan hanya kendaraan untuk memenuhi syarat dari KPU. Tetapi juga sebagai jejaring edukasi politik serta kekuatan memenangkan kontestasi politik itu sendiri. Olehnya itu, sebagai pengusung kandidat, parpol harus memiliki komitmen kuat dalam memenangkan kandidat dan pengawal terlaksananya visi kepemimpinan yang menjadi jaminannya di masyarakat.

Pilwalkot Makassar 2020 sepertinya menjadi ujian partai politik. Bagaimana tidak, pilwalkot 2018 lalu dimana parpol – parpol besar pengusung pasangan Appi –cicu harus menelan kekalahan dari kolom kosong. Tentu ini menjadi bagian dari evaluasi yang harus dilakukan parpol, bukan hanya soal usungan, tetapi juga jejaring politiknya sampai pada level grassrot. Jika ini terulang, bisa saja trust parpol di Makassar ini semakin tergerus.

Peta politik mendekati pendaftaran calon di KPU semakin jelas. Beberapa kandidat sudah mendapatkan rekomendasi partai. Sebut saja Danny Pomanto Fatma sudah mengantongi  rekomendasi partai Nasdem dan Gerindra. Pasangan Syamsu Rizal – Fadli Ananda mengantongi rekomendasi PDIP dan PKB, serta surat tugas dari PKS. Irman Yasin Limpo mengantongi surat tugas partai Golkar dan PAN. Munafri Arifuddin – Abdul Rahman Bando sempat beredar telah mengantongi partai PPP, Hanura, perindo dan Berkarya. Tersisa Demokrat yang belum menunjukkan kecondongannya terhadap kandidat tertentu. Walaupun belum final, namun sejauh ini peta politik yang beredar demikian. Dengan demikian, setidaknya ada 4 calon yang akan bertarung di Pilwalkot Makassar.

Danny Pomanto – Fatmawati Rusdi sepertinya menjadi kandidat pertama yang mencukupkan syarat minimal dukungan serta menkonsolidasikan partai politiknya. Dengan pertemuan dua elit partai pengusung di kediaman Danny Pomanto (5/7/2020) . kedua elit parpol ini bergantian menyampaikan komitmennya memenangkan pasangan Danny Pomanto – Fatmawati Rusdi. Tentu ini sebuah penegasan akan totalitas untuk memenangkan pasangan ini.

Beberapa hari setelah pertemuan tersebut, Partai Gerindra resmi menyerahkan rekomendasi model B1KWK kepada pasangan Dann Pomanto dan fatmawati Rusdi pada tanggal 16 Juli 2020. Dengan demikian pasangan ini resmi mengantongi tiket bertarung di Pilwalkot Makassar dengan modal 11 kursi. Walaupun demikian, tentu masih sangat terbuka lebar peluang partai lain menyusul. Sebab Danny Pomanto mengikuti pendaftaran di beberapa partai politik.

Lantas bagaimana kekuatan kedua parpol ini?

Partai Nasdem tentu tak diragukan lagi. Sebagai partai pemenang di kota Makassar, tentu memiliki kepercayaan diri yang kuat. Tentu dengan supporting kadernya sebagai ketua DPRD, tentu memiliki pengaruh signifikan dalam mempengaruhi konstalasi politik maupun birokrasi di kota Makassar.  selain itu, partai Nasdem tentu dikenal sebagai partai yang disiplin dan satu komando. Hal ini membuat partai ini bisa bergerak massif memenangkan usungannya tanpa harus digembosi konflik internal.

Begitu pun partai Gerindra, partai dibawa besutan Prabowo Subianto ini dikenal dengan disiplin dan totalitasnya dalam mengawal setiap keputusan partainya. Partai Gerindra merupakan salah satu partai pemenang pemilu secara nasional dengan berada di posisi kedua setelah PDIP. Begitu pun pada pilpres lalu, Makassar menjadi salah satu lumbung Pemilih Prabowo Subianto.

Kekuatan kedua partai ini pun unggul berdasarkan hasil survei CRC pada bulan November 2019. Dimana partai Nasdem diurutan pertama dengan 17,8%, disusul partai Demokrat 9%, Partai Gerindra 7,8%, Partai Golkar 7,3%, PPP 6,0%, PAN 5,5%, PDIP 5,5%, PKS 5,3% dan partai lainnya dibawah 5%.

Begitu pun dengan perolehan kursi, di DPRD Makassar Partai Nasdem memiliki 6 anggota legislatif yang akan menjadi ujung tombak pergerakan tim. Begitu pun Partai Gerindra memiliki 5 anggota DPRD yang akan melakukan hal yang sama. Bahkan Partai Nasdem memiliki 3 anggota DPRD Sulsel dapil Makassar serta Gerindra memiliki 2 anggota DPRD.

Jika kedua kekuatan ini digabungkan dengan infrastruktur tim internal Danny Pomanto – Indira Mulyasari (Diami) saat 2018 lalu yang masih solid, tentu ini menjadi kekuatan besar yang sulit di bendung oleh lawan.

Olehnya itu, kekuatan Nasdem – Gerindra sudah cukup kuat untuk mengantar kemenangan DP – fatma. Namun untuk memastikan langkah dan mengawal pembangunan Makassar, dengan tambahan partai akan jauh lebih baik dan masif dalam pengawalan saat terpilih nantinya. Saatnya Nasdem – Gerindra panaskan mesin, “tegak lurus” menangkan Danny Pomanto – Fatmawati Rusdi untuk Makassar dua kali tambah baik.