Kritik untuk ‘Pak IS’ Pemuja Tuan Presiden dan Jurus ala Orweliannya


[ Gambar Ilustrasi : Ist ]

Dia lelaki tua, orang-orang manggilnya ‘pak Is’. ‘

pak Is’ sangat piawai memainkan wacana, dia pak tua yang tidak pernah ketinggalan meng-up date berita nasional. ‘Pak Is’ adalah pengagum presiden, semua berita tentang presiden dia tidak lewatkan.

Apa yang dilakukan oleh presiden selalu indah di matanya, yah memang mirip orang jatuh cinta.
Bukan hanya soal up date berita presiden, saking jatuh cintanya ‘Pak Is’ pada tuan presiden maka semua kelompok yang bersebrangan dengan garis politik tuan presiden juga ikut dia musuhi.

Pada waktu-waktu tertentu jika presiden mendapatkan sorotan publik atas kebijakannya, tulisan ‘Pak Is’ cukup bagus sebagai perbandingan wacana saat itu, tetapi pada waktu lain tulisannya menunjukkan mentalitas Squaeler (Squaeler adalah nama seokor babi dalam cerpen Animal Farm yang kerjanya membantu Napoleon sang pemimpi peternakan hewan untuk menyebarkan propoganda tentang keberhasilan Kinerja Napoleon yang ternyata berisi Hoax).

Mentalitas Squaelernya membuat iya jadi pembenci, memusuhi mereka yang mengkritik tuan presiden, tidak tanggung-tanggung dia pernah melakukan fitnah terhadap orang-orang yang dianggap menyerang kelompok presiden. Tetapi tuhan maha adil, saat itu ‘pak Is’ kena batunya, dia diseret ke kepolisian namun untunglah kelompok yang difitnahnya tidak sepembenci ‘pak Is’ hingga akhirnya ‘pak Is’ hanya diminta untuk melakukan klarifikasi dan minta maaf.

Karena tidak dapat ide untuk melawan dan memang tulisannya memang fitnah, mungkin juga takut masuk penjara akhirnya dia meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulang fitnah seperti itu.

Dari kejadian itu barulah aku tau ternyata apa yang ditulis ‘pak Is’ tidaklah semua benar karena toh ada beberapa tulisannya berisi bualan, yah sama persis dengan bualan Squaeler ketika mengatakan “semua binatang setara namun beberapa binatang lebih setara dari yang lain” logika-logika ini adalah hasil plintiran Squaeler untuk membuat kaum babi mendapat fasilitas dan porsi pakan yang lebih di peternakan atau pada saat Squaeler mengatakan “semua yang berjalan dengan dua kaki adalah musuh” tapi ternyata para babi di akhir cerita berlatih dan berhasil berjalan dengan dua kaki tapi tetap bisa mengelabui para binatang lain diperdebatkan dgn memainkan opini.

Dari kejadian itu saya juga sadar jika tulisan ‘pak Is’ yang berani dan seolah gagah ternyata tidak seberani dengan dirinya yang sesungguhnya.

Jurus yang digunakan ‘pak Is’ sebenarnya banyak ditulis oleh Gorge Orwell tentang pikiran Ganda (Doublethink) dalam novel 1984 yang terjadi pada orang-orang Oceania, sebuah negara Fiktif dalam novel Orwell.  Doublethink adalah efek yang terjadi saat penguasa berhasil menanamkan ide bahwa dialah yang benar dan selalu benar. Disini peran bahasa sangat berpengaruh untuk menanamkan kebenaran absolut versi pemerintah dan ‘pak Is’ berusaha melakukan ini.

Dia memelintir dan menciptakan fakta alternatif untuk merayu loyalitas dan kesetiaan massanya bahkan untuk menyingkirkan lawan. Bahasa bagi Orwell adalah sebuah aparatus yang sangat penting bagi kekuasaan untuk melanggengkan dan mengoperasikannya. Totalitarianisme ‘pak Is’ dapat kita lihat dengan bagaimana dia mencoba merepresi orang-orang yang bersebrangan dengan kebijakan tuan presiden.

Seperti baru-baru ini, saat dia merepresi salah satu tokoh ormas Islam yang ingin melakukan judicial review terhadap perpu ormas yang baru saja diundangkan.

Model bahasa Orwellian yang dipakai oleh ‘pak Is’ masih khas ketakutan para Borjuis dan anteknya akan kebebasan yang tak ingin terenggut dan arogansi intelektualnya yang takut dipermalukan. Tehnik yang di tuliskan Orwell di gunakan ‘pak Is’ untuk mengamankan kekuasaan tuan presiden pujaan hatinya, mencoba menenangkan opini publik, mengkondisikan konsentrasi massa dan mengendalikannya.

Membentuk citra bahwa inilah yang benar dan harus seperti ini dilaksanakan, mencoba menghilangkan potensi kesalahan yang rentan terjadi pada penguasa dengan tehnik Orwellian.

Yah seperti propoganda Napoleon dalam animal farm ketika ingin memonopoli buah apel dan susu sapi dengan bantuan Squaeler melakukan propoganda ke massa dengan dalih karena babi adalah pemimpin dan pemimpin butuh berpikir lebih keras untuk memajukan rezim animalisme (ideologi yang dipakai dalam peternakan tersebut) maka para babi lebih membutuhkan apel serta susu dibandingkan binatang yang lain, oleh karena itu semua apel dan susu harus diberikan pada babi.

Terakhir saya menaruh pengharapan pada ‘Pak Is’, agar disisa umurnya yang telah memasuki masa tua, sebaiknya lebih tawadhu dalam berpikir, lebih menunjukan kualitas berpikirnya dan kalaupun memang pak ‘Is’ adalah nasionalis maka hendak menjaga persatuan ketimbang mengumbar perpecahan karena tentu Tuan presiden tidak senang..

 

Penulis : Idil Maronta Daeng Matua