Inovasi Kesehatan Kota Makassar


Pemerintah kota makassar sebagai ibukota provinsi sulawesi selatan mampu melahirkan ide dan gagasan yang brilian dari berbagai bidang khususnya kesehatan yang merupakan bagian yang sangat penting sebagai kebutuhan dasar hidup masyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satu inovasi kesehatan kota makassar adalah Pelayanan Home care bernama dottorota berbasis Telemedicine. Dimana program ini mampu meraih penghargaan Top Inovasi Pelayanan Publik tahun 2016. Dan alhamdulillah mayoritas masyarakat kota menikmati pelayanan ini secara gratis. Dan kemudian ada Program Lorong Sehat dimana tujuannya untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat serta ada Usaha Kesehatan Sekolah dan Pos kesehatan Pesantren yang dinikmati oleh  anak siswa serta program inovasi kesehatan lainnya di kota makassar.

Berdasarkan data dari BPS berdasarkan kecamatan tahun 2016 kota makassar mempunyai jumlah penduduk sebesar 1,469,601 dan ini menandakan jumlah penduduk kota makassar meningkat dari tahun ke tahun diakibatkan meningkatnya urbanisasi. Dan sebagian besar kaum pendatangpun menikmati inovasi kesehatan ini. Yang menjadi kendala saat ini adalah bagaimana mentaktisi biaya untuk masyarakat kaum urban yang berasal dari daerah tetangga, karena pelayanan kesehatan ini dikhususkan untuk warga asli kota makassar. Tapi apapun itu cukup menyertakan surat keterangan domisili dari RT RW pelayanan ini bisa dinikmati oleh kaum pendatang. Itulah hebatnya kota makassar memberikan pelayanan kesehatan kepada penduduknya tidak melihat apakah dia warga asli ataupun pendatang baik dari luar daerah maupun luar negeri.

Kita sangat bersyukur tahun 2017 ini kota makassar menjadi nominator The Best Public Service (Pelayanan Publik Terbaik) di bidang kesehatan, dan ini menjadi motivasi besar untuk bisa memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan terbaik untuk masyarakat kota makassar. Bahkan proposal Dottoro ta berbasis Telemedicine berhasil menembus kompetisi pelayanan publik internasional yang digagas oleh PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa).

Pelayanan Homecare “Dottorota”

Layanan ini merupakan mobil yang dapat dipanggil untuk melakukan pelayanan kesehatan ke rumah-rumah. Layanan yang dapat diakses selama 24 jam, setiap warga yang menghubungi nomor tertentu ada mobil yang dilengkapi alat kesehatan untuk datang ke rumah.
home care adalah suatu pelayanan kesehatan 24 jam ke rumah. Layanan Dottoro’ta mengerahkan sebanyak 48 petugas dokter yang tersebar di 45 Puskesmas dan rumah sakit milik Pemerintah kota yang saat ini sudah dijalankan 14 kecamatan di Kota Makassar. Ada pula telemedicine (tele EKG, tele USG, Telespirometri), lorong sehat dan program kesehatan lainnya. Ia mengatakan, di dalam mobil tersebut dilengkapi alat canggih dengan sistem telemedicine yang dapat terhubung langsung dengan dokter spesialis. Alat tersebut terhubung dengan dokter yang dapat memantau dan melakukan diagnosa terhadap penyakit pasien. Dengan demikian, dalam waktu cepat hasil analisis dokter dapat langsung diterima pasien dari jarak jauh.

Penulis sangat mengapresiasi terobosan inovasi dalam bidang kesehatan yang dilakukan oleh pemerintah kota makassar, ini menjadi bukti perhatian besar pemerintah terhadap masyarakatnya dalam bidang kesehatan. Yang menjadi kendala sekarang adalah bagaimana meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat untuk menikmati pelayanan ini secara gratis. Dibutuhkan peran serta pemerintah dalam hal ini kecamatan dan kelurahan untuk memberikan sosialisasi bagaimana teknisnya menggunakan pelayanan ini dengan sebaik baiknya. Dan yang utama adalah pelayanan ini siap 24 jam kapanpun dan dimanapun dibutuhkan oleh masyarakat, jika perlu setiap kelurahan menyiapkan 2 sampai 3 tim medis untuk bisa memantau kondisi kesehatan masyarakat sehingga jika dibutuhkan hanya dalam waktu 5 menit, tim pelayanan kesehatan ini bisa segera tiba di rumah masyarakat yang membutuhkan pelayanan ini. Saya yakin angka prevalensi penyakit menular maupun tidak menular di kota makassar akan semakin menurun, tapi tidak dapat dipungkiri di kota ini ada rumah sakit wahidin sudirohusodo sebagai pusat rujukan utama bagi masyarakat di seluruh kabupaten kota di sulawesi selatan yang secara tidak langsung mempengaruhi.

Untuk pelayanan ini kalau masyarakat sakit kemudian perlu pemeriksaan lanjutan seperti jantung, maka jika kita pasang alat ini dengan sistem online itu langsung ke dokter ahlinya dimana pun kita berada, tentunya dalam kondisi harus ada wifinya, dalam waktu 10 menit kemudian diagnosanya langsung sampai ke lokasi dan langsung dieksekusi. Proyek tersebut akan menjadi percontohan nasional. Nantinya Kementerian Kesehatan akan mencontoh program Pemda Makassar. Pemerintah Kota Makassar berhasil menempatkan dua program unggulannya masuk di jajaran 99 top inovasi bidang pelayanan publik 2017. Program itu yakni Dongeng Keliling (Dongkel) with mobile library yang dikembangkan di Dinas Perpustakaan dan Lorong Sehat (Longset) oleh Dinas Kesehatan Pemerintah Kota Makassar.

Semoga inovasi kesehatan kota makassar dengan program homecare dottrota dan program kesehatan lainnya itu bisa dijalankan dengan sebaik baiknya untuk sebesar besarnya manfaat bagi masyarakat dan tidak boleh berhenti di tengah jalan. Harapan sebagai penulis bahwa program ini menjadi percontohan dan bisa diterapkan khususnya pemerintah kabupaten kota di sulawesi selatan, sehingga tingkat urbanisasi di ibukota bisa menurun dan lebih daripada itu ini sebagai bentuk partisipasi dalam mewujudkan indonesia sehat.

 

Penulis, A Muh Rifqi Ismulail. Tulisan ini merupakan karya esai yang dilombakan pada kegiatan Makassar Literasi Award