Hattrick Penghargaan: Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi


Oleh Anca*

Makassar sebagai kota Metropolitan kembali menunjukkan sebuah ketajamannya sebagai Ibu Kota Sulawesi Selatan. Selain itu, patut  pula diteladani daerah lain sebagai Kota Percontohan di Dunia. Pasalnya usai mendapatkan Hattrick Piala Adipura beberapa waktu lalu. Kini Makassar Kembali hattrick, dengan memborong tiga Penghargaan dalam bidang pelayanan publik terbaik di indonesia.

Di tengah isu Perpolitikan yang kian memanas di Kota Makassar menjelang Pilwali, tidak menunjukkan sikap yang kurang profesional dari Sang Arsitektur. Justru semakin meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat. Penghargaan yang diterima baru-baru ini dari kemempan RI, menunjukkan bahwa pemerintah Kota Makassar fokus terhadap program yang telah dicanangkan dan disusun sebelumnya.

Dibalik kesuksesan Kota Makassar meraih penghargaan secara beruntun, ternyata ada sosok penggerak di dalamnya. Aktor yang berjasa dibalik kesuksesan itu ialah Moh. Ramdhan Pomanto Walikota Makassar saat ini. Dengan segudang pengalaman yang dimiliki, sang Arsitek dengan matang merencanakan, mengatur dan mengeksekusi dengan baik setiap program pemerintah. Sehingga tidak salah ketika berbagai penghargaan disematkan kepada Kota Makassar.

Ditahun-tahun sebelumnya, masih ada beberapa persoalan yang dihadapi pemerintah Kota Makassar. Diantaranya,
pada tahun 2016 lalu Pemerintah Kota Makassar, melalui Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) mendapat Nilai C, Rumah Sakit Umum Daerah Daya mendapat Nilai C serta Dinas Catatan Sipil mendapat Nilai B.

Namun dibawah Kepemimpinan seorang Danny, Sapaan akrab Mohammad Ramdhan Pomanto, berbagai inovasi terus dilakukan. Sehingga persoalan yang dihadapi dapat diatasi dengan cepat, sehingga kerja-kerja yang dilakukan dapat berbuah manis dengan capaian yang sangat baik. Perbaikan sistem pelayanan publik yang awalnya hanya dapat tergolong kategori C, Kini dapat mencapai puncak dengan mendapat predikat kategori A.

Apa pentingnya Penghargaan untuk Kota Makassar ?

Tentu saja berdasarkan hasil telisik dan penilaian pribadi sebagai salah satu warga terhadap kepemimpinan Mohammad Ramdhan Pomanto, dalam kurun waktu 3 tahun memimpin Kota Makassar tentu masih terdapat beberapa kekurangan. Namun pencapaian pretisius tentu akan menjadi pemicu dalam memacu peningkatan dan efektifitas kerja pemerintah Kota Makassar.

Pencapaian prestasi tentu tidak lah semudah membalikkan telapak tangan, tetapi hasil dari kerja keras dari berbagai pihak yang terus bersinergi. Kerjasama yang baik dalam struktur pemerintahan, serta tak lupa mengevaluasi kerja-kerja tersebut dengan pelibatan masyarakat tentunya menjadi penguatan dalam mewujudkan kemimpinan yang ideal.

Setelah penghargaan, apa lagi ?

Penghargaan tentu memiliki nilai tersendiri bagi warga Kota Makassar. Suatu kebanggaan tersendiri ketika predikat semacam itu disematkan bagi daerah yang dikenal dengan Kota Daeng ini. Namun, pencapaian tersebut mestinya tidaklah membuat euporia yang tak berkesudahan. Sehingga menjadi bayang-bayang bagi perangkat SKPD lainnya. Justrus mestinta SKPD yang belum meraih pelredikat serupa dapat terus meningkatkan pelayanan dan kinerjanya hingga warga dapat merasakan manfaat dari pelayanan yang diberikan oleh pemerintah.

Hal tersebut dapat tercapai ketika pemerintah lebih kreatif dan terus berinovasi serta menggunakan semua instrumen dalam menciptakan pelayanan prima. Sehingga, semua kalangan masyarakat dapat merasakan manfaat dari pelayanan yang diberikan. Selain itu, evaluasi dan upaya tindak lanjut dari program juga dibutuhkan dalam hal ini, baik program yang telah berjalan dengan baik maupun program yang belum maksimal. Sehingga tidak ada dusta diantara kita kata Broery Marantika dalam syair lagunya.

Besar harapan kita kepada pemerintah Kota Makassar, bahwa semua kebutuhan warga dapat terakomodir dengan. Strategi dan penanganan serta tindak lanjut yang tepat tentunya akan memperoleh hasil yang maksimal. Sehingga tercipta rasa aman dan nyaman, serta dapat pula terwujud kesejahteraan yang dapat dirasakan semua lapisan masyarakat.

*Mahasiswa Pendidikan Teknologi Pertanian Universitas Negeri makassar.