DP Care, Home Care dan DP Peduli Corona


Oleh : Ahmad Sangkala*

MakassarBicara.com-Gerak Cepat Danny Pomanto dan timnya yang tergabung dalam DP Peduli Corona patut diapresiasi. Tim ini melakukan penyemprotan cairan antiseptik di seluruh lorong di kota Makassar. bahkan dari laporan yang disebar di media sosial sudah lebih dari 300 lorong. Hal ini sebagai pembuktian atas tugas kemanusiaan diatas kepentingan politik. Bahkan dalam beberapa pernyatannya di media, Danny Pomanto menegaskan pentingnya solidaritas pemerintah dan masyarakat menghadapi pandemi global ini.

Gerakan sosial Danny Pomanto dengan membentuk DP Peduli Corona ini bukanlah hal yang baru. Sebelum maju bertarung di pemilihan walikota Makassar tahun 2013, Danny Pomanto awalnya kurang diunggulkan. Tetapi semenjak massif melakukan sosialisasi salah satunya dengan diluncurkannya DP Care, elektabilitasnya meningkat. Masyarakat merespon terobosannya yang mampu meringankan beban publik. sebut saja adanya ambulance gratis DP Care dan berbagai gerakan sosial lainnya. Hal ini dianggap hal baru dalam kampanye politik kala itu, gaya ini justru disambut baik oleh masyarakat Makassar.

Sejak DP Care diluncurkan Maret 2013, berdasarkan berita Tribun Timur (3/7/2013) kartu ini telah dinikmati 100 ribu keluarga di Makassar sekaligus penerima manfaat. Mereka tersebar di 14 kecamatan dan 143 kelurahan. Adapun manfaat kartu DP Care antara lain asuransi kecelakaan, asuransi kematian, pelayanan kesehatan 24 jam, santunan sosial demam berdarah, penyaluran infak atau zakat, bursa kerja, diskon belanja di 16.000 gerai. Selain itu, pelayanan sound system dan kursi, pelayanan ambulance, sumbangan kain kafan, undian umrah, kredit bergulir, bedah rumah, dan beasiswa. Kartu ini dikeluarkan oleh Yayasan MasaDPan kerja sama dengan salah satu perusahaan asuransi. Untuk memeroleh kartu ini, warga cukup menyetor KTP dan KK.

DP Care inilah salah satunya yang menjadi faktor kemenangan pada Pilwalkot 2013 lalu. Setelah menang, nalarnya untuk meringankan beban masyarakat khususnya dalam layanan kesehatan pun direalisasikan. Bukan sekedar memperbaiki layanan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi layanan kesehatan yang mendapatkan penghargaan nasional
Saat menjabat wali Kota Makassar, inovasi layanan kesehatan ini diberi nama Home Care dan Dottoro’ta. Adapun landasannya yakni dilatarbelakangi oleh kesadaran Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar atas kesulitan layanan kesehatan yang dirasakan masyarakat, utamanya warga miskin.

Inovasi yang hanya membutuhkan kurang sepuluh menit untuk mendiagnosa pasien ini dihadirkan. Warga dapat berobat secara gratis, tanpa syarat apapun. Tidak perlu memiliki kartu jaminan kesehatan atau identitas lainnya. Home Care dan Dottoro’ta dilengkapi dengan teknologi telemedicine. Sehingga dokter spesialis bisa sesegera mungkin melakukan diagnosa. Baik berdasarkan hasil pemeriksaan EKG bagi penderita jantung dan USG untuk kehamilan dan penyakit dalam. Sementara untuk penyakit ringan, bisa langsung ditangani oleh seorang dokter, serta dua perawat Home Care dan dottoro’ta, yang akan mendatangi dan merawat pasien di rumah. Layanan ini terbukti mendapatkan apresiasi masyarakat, namun belakangan saat tak menjabat lagi, layanan ini sudah mulai kurang optimal.

Adapun ketiga langkah kongrit Danny Pomanto baik itu DP Care (Calon walikota Makassar 2013), Home Care (saat menjabat walikota) dan DP Peduli Corona (saaat kembali mencalonkan Walikota Makassar2020) dalam kemanusiaan ini menandakan jika Danny memang punya komitmen kemanusiaan yang tinggi. selain komitmen, inovasi yang dilakukannya selalu terdepan dan terbukti meringankan beban rakyat. Walupun badai terus menerjang, Tetaplah berbuat untuk Makassar dan kemanusiaan.
Semoga Corona Virus segera berlalu, Amin!