DOTTORO’TA JAMAN NOW  : Inovasi Pelayanan Kesehatan Home Care 3T


Satu lagi terobosan baru Jaman Now oleh Pemerintah Kota Makassar. Sebuah inovasi Pelayanan Kesehatan Home Care yang dilakukan secara turun langsung ke rumah pasien. Program ini dianggap paling efisien untuk mengakses pelayanan kesehatan secara cepat, mudah dan murah. Program Home Care (Dottoro’ta) di Kota Makassar telah dilaksanakan sejak januari 2015 oleh tim Home Care yang terdiri atas Dokter, Perawat, Physical Therapist, dan Speech Pathologist. Pelayanan dilakukan 24 jam, melalui Call Centre 112 yang dapat diakses oleh semua pasien yang memerlukan.

Terciptanya program ini merupakan inisiatif Pemerintah Kota Makassar yang didasari oleh banyaknya keluhan masyarakat mengenai sulitnya mengakses layanan kesehatan yang cepat, dan jarak tempuh yang jauh serta faktor biaya membuat masyarakat tidak mempunyai kemampuan untuk mendatangi pelayanan kesehatan di puskesmas. Data morbility menunjukkan bahwa total kunjungan sakit pada 46 puskesmas tahun 2014 adalah 1,316,693 pasien, pada tahun 2015 adalah 1,367,787 pasiendan pada tahun 2016 adalah 1,243,437 pasien.

Program yang baru berjalan kurang lebih 2 tahun ini sudah mendapat apresiasi tinggi dari berbagai pihak, salah satunya adalah Menteri Kesehatan Republik Indonesia karena merupakan program pertama yang dijalankan di Indonesia. Program ini sangat membantu masyarakat Kota Makassar, seperti meringankan dengan membantu mengurangi biaya akomodasi pasien, transportasi saat ingin berobat serta pasien akan merasa nyaman jika diobati di rumahnya, karena dapat lebih dekat dengan keluarganya. Selain itu, inovasi Pelayanan Kesehatan Home Care ini pula dapat dikatakan berstatus 3T (Tercepat, Terpercaya, dan Teratasi). Tercepat, karena pelayanannya yang siap siaga 24 jam. Adapun waktu yang dibutuhkan untuk sampai kerumah pasien pun hanya memakan waktu paling lambat 20 menit. Hal ini karena 48 armada Dottoro’ta telah disebar di beberapa Puskesmas dengan wilayah cakupan yang berbeda. Terpercaya, karena pelayanannya mensinergikan berbagai profesi kesehatan yang profesional seperti dokter, bidan, perawat, dan lainnya. Adapun sarana dan prasarana perawatan yang dibutuhkan pun sudah mendekati kompleks, seperti Tensimeter, infus set, Intravena Cath, Cairan infus, Spuit, dan lainnya. Dari sarana dan prasarana yang disebutkan maka jelas kualitas yang diberikan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Program Home Care Gratis ini. Adapun Teratasi, karena dari data yang ada yakni sejak awal Tahun 2015 hingga akhir tahun 2016 jumlah pasien yang diatasi melalui program ini adalah sekitar 4.685. Program ini jelas membawa harapan menuju perubahan pada masyarakat Kota Makassar khususnya dalam peningkatan derajat Kesehatan Masyarakat.

Banyaknya perencanaan strategis yang di lakukan kembali untuk mempertahankan keberlanjutan dan berjalannya program ini. Adapun perawatan-perawatan yang dilakukan seperti perawatan kuratif, suportif, rehabilitatif dan emergency sudah sangat kompleks diterapkan melalui program ini. Kegiatan tersebut tepat dilakukan karena sebagian besar masyarakat masih berparadigma sakit. Berparadigma sakit adalah seseorang yang baru akan melakukan sesuatu untuk mencegah penyakitnya setelah merasakan sakit. Pentingnya penanaman paradigma sehat pada masyarakat yang dapat menjadi landasan utama dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Salah satu inovasi yang dapat dilakukan untuk Program Dottoro’ta Jaman Now adalah memperketat penanaman kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat untuk mencegah penyakit sebelum sakit (Preventif), mendukung adanya kegiatan-kegiatan PHBS dimasyarakat dengan program-program terbaru yang dapat dilaksanakan sejalan dengan program Dottoro’ta.  Program yang dimaksud yakni “SEHAT (Sosialisasi Kesehatan Kini dan Nanti)”. Armada-armada Dottoro’ta yang telah disebar di berbagai lokasi di Puskesmas Makassar dapat melakukan kegiatan SEHAT ini setiap seminggu sekali. Armada Dottoro’ta yang membawa minimal 5 tenaga kesehatan masyarakat untuk melakukan promosi kesehatan atau sosialisasi kesehatan secara dekat dan intensif dengan masyarakat, terkhusus kepada lokasi yang jarang memperoleh pelayanan kesehatan, seperti daerah pesisir di bagian Kota Makassar yang memiliki kualitas lingkungan buruk yang dapat memberi resiko terhadap masyarakat untuk terkena penyakit. Mengenai hal tersebut, kegiatan ini pula dapat mendukung tercapainya salah satu tujuan awal dari  program Dottoro’ta  yakni semua lapisan masyarakat dapat merasakan pelayanan kesehatan secara adil. Kegiatan ini pula dapat dirangkaikan dengan Pemeriksaan Kesehatan Gratis secara Holistik bagi masyarakat setempat.

Pentingnya program SEHAT secara intensif agar dapat meningkatkan kognitif bagi masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Setelah kognitif masyarakat meningkat maka cepat atau lambat akan mempengaruhi pola hidup masyarakat ke arah yang lebih baik. Penanaman paradigma sehat bagi masyarakat sangat penting dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Pencegahan penyakit menjadi hal yang utama untuk menurunkan angka terjadinya penyakit menular maupun tidak menular yang terjadi pada masyarakat.

Penulis berharap program inovasi Pelayanan Kesehatan Home Care ini akan terus dijalankan seiring berjalannya waktu sehingga tingkat prevalensi penyakit pada masyarakat pun akan mengalami penurunan. Adapun harapan lainnya program ini dapat pula dirasakan oleh segenap masyarakat Sulawesi Selatan bahkan seluruh warga Negara Indonesia dimanapun daerah tempat tinggal mereka. Semoga program ini menjadi salah satu senjata dalam mewujudkan Indonesia Sehat di era SDG’s.

 

Penulis, Nurul Mawaddah Syafitri. Tulisan ini merupakan karya esai yang dilombakan pada kegiatan Makassar Literasi Award