Debat dan Debar Pilwakot Makassar


Oleh : Riska

MakassarBicara.com– Negara yang makmur lahir dari pemimpin yang jujur. Tahapan pemilihan walikota Makassar untuk 5 tahun ke depan telah diselengarakan sejak bulan Oktober. Berawal dari penetapan calon walikota hingga debat pertama yang diselenggarakan di Jakarta pada awal November. Para Calon Walikota telah memaparkan visi-misinya. Perencanaan visi-misi demi kelangsungan kota Makassar dan perkembangannya. Debat terjadi secara langsung. Ketegangan terjadi antara para kandidat dan beberapa isu telah beredar mengenai persaingan antara kandidat. Mulai dari isu penikaman yang dilakukan oleh pendukung kandidat Danny-fatma di KPU. Hingga isu korupsi yang melibatkan Danny di Makassar. Hal ini menjadikan  debat pilwakot Makassar  menjadi debar di antara para kandidat.

Dalam Pilkada Makassar kali ini  Danny-Fatma mengusung konsep Makassar Kota Dunia. Pasangan ini membawa tiga misi dan pada awal pemaparannya, dijelaskan soal filosofi “Makassar Dua Kali Tambah Baik” yang mereka usung. Ini merupakan tekad Danny-Fatma untuk mewujudkan sebuah perubahan progresif sekaligus menjadi target pencapaian dalam 5 tahun di Kota Makassar. Untuk mewujudkan target tersebut, dibutuhkan pelayanan publik standar Kota Dunia. Standar yang dimaksud adalah bekerja dalam sebuah sistem teknologi terpadu yang bertajuk Sombere and Smart City. Hal ini juga sekaligus sebagai jawaban atas adaptasi terhadap Revolusi Industri 4.0. Namun bagi pasangan ini, tuntutan dan harapan warga Kota Makassar akan kualitas hidup yang dua Kali tambah baik ini akan semakin mendesak dengan adanya pandemik COVID-19. Kondisi ini jugalah yang sekaligus menambah tuntutan akan imunitas kota yang kuat.

Dalam memikat para pemilih, pasangan Danny-Fatma membawa visi ‘Percepatan Mewujudkan Makassar Kota Dunia yang Sombere  dan Smart City dengan Imunitas Kuat untuk semua’. Konsep ini sebenarnya sudah diterapkan Danny saat masih menjabat Wali Kota Makassar. Danny selalu menekankan bahwa konsep Sombere and Smart City ini merupakan perpaduan kearifan lokal Makassar dengan kecanggihan sistem kota cerdas. Dalam bahasa Makassar, sombere’ sendiri berarti keramahan. Maka dari itu, penerapan konsep ini diharapkan mampu mendengarkan keluhan masyarakat.

Dalam misinya Danny menyebutkan pembangunan kota bersih dari indikasi korupsi. Hal ini membuktikan bahwa selama masa jabatannya sebagai walikota masih terdapat kasus korupsi. Dan hal ini mungkin masih menjadi problematika pada pemerintahan kota Makassar. Untuk mewujudkan Kota Makassar yang bersih dari korupsi mungkin sulit dilakukan. Tapi mencegah korupsi demi kelangsungan masyarakat demokrasi yang damai dan sejahtera masih bisa di usahakan dan untuk itu perang kita sebagai masyarakat adalah memberikan hak suara dan memilih kandidat secara jujur dan adil. Sehingga kota Makassar dapat dipimpin oleh pemerintah yang jujur.

Negara dengan pemimpin yang jujur serta adil akan membawa kemakmuran bagi rakyatnya. Untuk itulah kita sebagai rakyat indonesia harus mewujudkan negara demokratis yang selama ini kita anut. Kita tidak boleh asal memilih pemimpin karena masa depan kita sebagai rakyat terketak pada pemimpin yang kita pilih. Seperti apa pemimpin yang harus kita pilih?. Tentu pemimpin yang kita pilih adalah pemimpin yang jujur saat mencalonkan diri. Tanpa menyuap demi mendapatkan suara. Jika dari awal calon pemimpin melakukan kecurangan lantas seperti apa ia saat berkuasa?. Sudah dibayangkan akan seperti apa negara ini jika dipimpin oleh orang yang tak bertanggung jawab dan jujur karena  kemakmuran suatu negara terlihat dari kejujuran pemimpinnya.