Danny vs Appi, Berebut “Kuasa” RT /RW


Oleh : Ahmad Sangkala*

Rukun tetangga ( RT) dan Rukun Warga (warga) menjadi primadona di kota Makassar.  Dimulai dengan  diadakannya pemilihan langsung serentak Se – Kota Makassar yang merupakan pertama kali di Indonesia. Selanjutnya pembagian ribuan smartphone  kepada semua RT/RW sebagai penunjang koordinasi berbasis teknoliogi menuai apresiasi dari banyak kalangan.  Tentu ini menjadi bagian dari terobosan yang dilakukan oleh Pemkot Makassar yang menjadi percontohan nasional .

Ternyata bukan hanya sampai disitu, Momentum Pemilihan walikota (Pilwali) Makassar 2018 pun ternyata menjadi panggung RT RW. Bukan karena sekedar kinerja, tapi karena diperebutkan oleh calon walikota. Jika Pilwali sebelumnya yang di perebutkan adalah dukungan partai politik dan organisasi masyarakat. Saat ini justru yang dianggap basis suara rill di Makassar saat ini adalah  RT RW. Tak tanggung – tanggung setiap kampanye kandidat walikota dilorong – lorong selalu berusaha menghadirkan orang yang berseragam RT RW.

Perebutan simpati RT/RW ini semakin memanas karena hanya di ikuti oleh dua pasangcalon yakni Danny Pomanto – Indira Mulyasari yang merupakan kandidat petahana dan pasangan penantang yakni Munafri Arifuddin – Rahmatika Dewi.  Tentu petahana tak bisa banyak berjanji, berbanding terbalik dengan penantang. Tak tanggung – tanggung pasangan Munafri Arifuddin – Rahmatika Dewi menjanjikan insentif 50 juta rupiah / ORT per tahunnya. Janji kampanye ini massif di sosialisasikan melalui baliho, berbagai alat peraga bahkan sampai mengiklankan di media massa maupun media cetak.

Janji politik 50 juta /ORT  ini ternyata mampu menarik simpati beberapa ketua RT RW.  Setiap RT yang merespon dan mendukung program ini di publikasikan massif di media sosial dan media massa. Tentu ini menandakan bahwa ada perebutan kuasa yang sengit atas RT RW yang ada di kota Makassar.

Selain janji politik, tentu penantang kembali menghidupakn jejaring mantan walikota Makassar Ilham Arif Sirajuddin untuk menarik kembali loyalisnya yang saat ini menjadi RT RW. Tentu ini merupakan modal besar untuk menggerus loyalistanya terhadap petahana.  Pertarungan ini pun mulai memanas ketika saling klaim pun dimulai.

Kampanye Appi  sapaan Munafri di Kecamatan Mamajang yang dihadiri puluhan orang berbaju RT/RW dan LPM menjadi pemantiknya. Bahkan beberapa ketua RT/RW mengklaim solid mendukung pasangan Munafri Arifuddin  – Rahmatika Dewi. Namun setelah beredar foto tersebut, beberapa RT yang pro ke petahana mengklarifikasi bahwa RT/RW tersebut bukan semuanya berasal dari Kecamatan Mamajang, tapi didatangkan dari kecamatan lain. Jika itu benar, tentu ini merupakan strategi hegemoni publik bahwa RT RW di kecamatan Mamajang telah dikuasai pasangan  Munafri – Rahmatika Dewi.

Perebutan kuasa atas RT RW ini  jika dipandang secara rasional harusnya tidak terjadi.  Sebab konsep  RT/RW yang digagas oleh Walikota Makassar, Danny Pomanto ini tujuannya untuk mendekatkan pelayanan publik.  dimana semua elemen masyarakat sampai level paling bawah dilibatkan dalam pembangunan kota Makassar.  terkait dengan smartphone itu untuk mempermudah koordinasi terkait pelayanan publik, pelaporan kejadian di daerah masing – masing serta menegaskan pelayanan publik berbasis smart city.

Terobosan yang dilakukan Walikota Makassar terkait RT RW ini telah memberikan efek yang besar di masyarakat. Selain memudahkan pelayanan publik, berbagai survei pun menemukan bahwa kekuatan petahana terletak pada RT/RW.  Sehingga optimalisasi pembinaan RT/RW oleh pemkot Makassar  menjadi kunci keberhasilan kepemimpinan Danny Pomanto. Ini tentu bukan janji politik dan pencitraan, tapi kerja nyata yang dirasakan oleh masyarakat kota Makassar. inilah yang memjadi bonus bagi pasangan Danny Pomanto – Indira Mulyasari dalam pilwalkot  Makassar 2018.

Jadi  RT/RW adalah modal politik Danny Pomanto yang sedang berusaha di rebut oleh Munafri Arifuddin.  Jika ini terus berlanjut, maka ini menandakan bahwa Munafri sedang memasuki arena yang diciptakan oleh petahana. Siapa yang menciptakan, tentu menguasai apa kelebihan dan kekurangannya. Dalam qaidah teknologi, pencipta software /aplikasi tentu tau cara meresetnya.  Sehingga  usaha merebut kuasa RT RW akan sia – sia bagi penantang. Karena RT/RW bukan produk politik Danny Pomanto, tapi berkat kerja nyata selama menjadi walikota Makassar. dengan ini kita pasti tau kemana RT RW akan solid dan berlabuh, tentu yang bekerja nyata. Diami, Danny Pomanto.

*) pemerhati kebijakan publik dan aktif di komunitas Sobat DP.